Jumat, 12 Februari 2010

Peluang usaha Studio Musik

Peluang Usaha Studio Musik
Seiring berkembangnya dunia hiburan khususnya di jalur musik, membuka persewaan studio musik dapat memberikan prospek usaha yang cukup baik. Memang banyak orang yang enggan untuk menjajaki bisnis ini karena butuh modal lumayan besar hanya untuk membeli peralatan musiknya. Sebenarnya bisnis ini banyak dicari oleh calon pelanggan, karena banyak orang yang memiliki keterbatasan tempat dan uang untuk menyalurkan hobi mereka untuk bermain musik.

Bagi Anda yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam bermain musik, rasanya pas banget jika Anda berniat membuka usaha ini. Tidak harus Anda fasih dalam memainkan alat-alat musik. Lagipula, bila Anda memiliki lahan / tempat cukup di umah Anda (misal halaman depan/samping rumah) bisa Anda manfaatkan untuk tempat studio musik tsb. Hemat biaya lokasi bukan??

Pada umumnya, usaha studio music ini memang tidak berdiri sendiri, namun bergabung dengan usaha lainnya seperti kursus musik, sehingga investasi pembelian alat musik dan tempat usaha dapat dimanfaatkan.

Untuk awal bisnis jika Anda memiliki modal pas-pasan, Anda bisa membuka persewaan studio musik saja terlebih dahulu. Nah, untuk ke depannya, Anda bisa menambah / memperluas usaha Anda dengan menambah ruang sewa studio music, menjual peralatan musik baru / second, menjual buku-buku musik bahkan kursus musik.

TAHAP PERSIAPAN & MODAL
• Setidaknya Anda memiliki minat/kegemaran di dunia musik, sehingga Anda tidak terlalu gaptek jika ada perkembangan baru seputar dunia musik.
• Carilah tempat penjualan alat musik yang murah dan berkualitas baik.
• Utamakan membeli peralatan musik yang standar digunakan diantaranya : gitar, bass, drum, organ/piano.
• Siapkan biaya untuk renovasi tempat studio musik atau studio rekaman, buat semenarik dan senyaman mungkin dan kedap udara. Karena dengan tempat yang nyaman, pelanggan akan merasa betah sehingga akan memperpanjang waktu sewa mereka.
• Biaya operasional kerja, seperti kebutuhan untuk administrasi, biaya listrik, biaya pemeliharaan alat, gaji pegawai dsb.
• Pengetahuan teknis tentang peralatan musik, dapat menghemat biaya perawatan alat musik Anda. Jika saja pengetahuan Anda pas-pasan, paling tidak Anda memiliki tenaga / tempat servis yang dapat dipercaya untuk mengatasi kerusakan/gangguan pada peralatan.
• Buatlah brosur semenarik mungkin tentang studio rekaman/musik, dan sebarkan di lingkungan anak-anak sekolah (SMP/SMU) dan lingkungan kampus karena kebanyakan pengguna studio musik adalah seusia mereka.

TIPS MENJALANKAN USAHA

Dalam menjalankan sebuah usaha, tentunya Anda harus pintar-pintar dalam mengelola dan mempertahankan eksistensi usaha Anda agar dapat berkembang dengan baik. Berikut tips dari saya mengenai usaha studio musik ini..
• Buat rencana bisnis studio recording & musik dengan matang dan sebaik-baiknya sebelum Anda memulainya. Anda tidak mau modal Anda yang cukup besar ini sia-sia bukan?
• Selalu perhatikan alat-alat musik yang Anda sewakan, ketahui juga penggunaannya. Jangan sampai ada pelanggan yang tak bertanggungjawab merusak peralatan Anda.
• Anda bisa memasang kamera pengintai dalam studio recording & musik, sehingga tenaga operator Anda dapat selalu mengawasi penggunaannya.
• Buatlah aturan penyewaan studio musik. Baik sewa harga per-jamnya, kapasitas orang yang boleh masuk ke studio, aturan di dalam studio dll.
• Berikan pelayanan yang terbaik pada semua pelanggan studio band.
• Seiring waktu, lengkapi peralatan yang terbaru dan digemari.
• Berikan fasilitas tempat kendaraan pelanggan yang aman. Agar pelanggan benar-benar puas terhadap pelayanan studio band Anda.


Bisnis studio musik seperti trend saja. Dengan ukuran ruangan asal masuk 1 set drum dan 1 set cymbal, 2 amply gitar, 1 amply bass, dan bisa menampung selain instrument tadi minimalnya 5 orang ke dalam ruangan tersebut sudah siap ikut tempur di dunia bisnis rental studio musik. Beberapa kawan yang saya kenal dan masih bertahan di bisnis ini, mulai melebarkan kemampuan rental studionya dengan menambahkan perangkat rekaman. System rekaman yang dipakai rata-rata menggunakan system tracking (rekaman per- instrument) selain tidak membutuhkan budget layaknya rekaman live (live recording), system ini cukup mudah untuk dipelajari dan di operasikan.
Mixer recording
Saya berpendapat kenapa produsen mixer akhir-akhir ini meluncurkan produk mixer dengan dilengkapi dengan fasilitas USB port. Dimana port ini digunakan untuk “mengubah” audio yang telah di-”mixed” ke format digital ke komputer… merk behringer xenyx series, yamaha cx usb series dan masih banyak lagi produsen mixer terkenal kini “menancapkan” fasilitas usb dan melengkapi dengan software yang sudah terkenal di dunia rekaman. mmhh mungkin takut kali yach ? karena converter (sounbcard) mempunyai fasilitas untuk mem-bypass mixer analog langsung masuk ke komputer. Dan hanya menggunakan mixer yang sudah disediakan dalam format software di dalam komputer… (bingung ?) sama….
Yang saya tahu syarat mixer untuk dapat dijadikan mixer recording minimalnya untuk tracking system, yaitu Directout. ya sukur-sukur kalau mixernya sudah terbaru dan dilengkap dengan fasilitas usb.
Aksesories
Nah, untuk aksesories… awalnya studio rental biasa hanya menggunakan equalizer dan echo vocal saja pada meja operator… (kalau menggunakan speaker monitor vocal active, kalau pasif pasti ada tambahan power amps) untuk studio rekaman mungkina ada beberapa penambahan aksesories pendukung seperti ;
- Gate/Limiter
standardnya menggunakan 8 channel, ya kalau tidak ada mungkin bisa menggunakan yang 4 channel saja. Jadi hanya beberapa mic drum yang dimasukan ke Gate/Limiter. Fungsinya selain untuk membatasi/membersihkan kebocoran pada mic drum. misalnya sound dari snare bisa masuk ke mic tom, nah ini perlu di “bersih” kan menggunakan alat ini.
- Mic Drum
ini jelas penting karena system tracking kan per-instrument jadi ketika jatahnya drummer untuk direcord. maka suara yang dihasilkan oleh elemen drum harus benar-benar terekam… hati-hati merk juga menentukan kualitas suara yang dihasilkan supaya kita kita banyak mengutak-atik aksesoris drum pendukung lainnya. (bingung? sama!!!)
- Mic Vocal Condensor
Kalau maksain pakai mic vocal biasa juga masih terdengar. Tapi kalau harus serius gunakan mic vocal condensor untuk record vocal, dan jangan lupa juga filternya….
- Converter Box / Sound card
ini dia yang paling banyak diulas. fungsinya untuk mengubah suara ke format digital yang disimpan dan kemudian dapat kita edit kembali untuk sebagaimana keperluan.. berapa channel minimalnya ? untuk tracking ? 8 channel ! tergantung juga, 4 channel juga bisa (maksain) kenapa 8 channel ? patokannya dari drum saja, karena drum instrument yang paling banyak menggunakan mic. nah itu… tanpa drum mungkin kita bisa menggunakan 2 atau 4 channel saja. (yang jualan 2 channel sekarang banyak sekali dari berbagai merk..!!) Take vocal kan 1 channel, take gitar ? mungkin kalau gitarnya pakai system 2 amply atau stereo menggunakan 2 channel… nah kalau drum ? masa sih cman 2 channel ? masing-masing elemennya harus dipasang mic JIKA kita ingin bisa mengeditnya satu per satu. full controlled geto loch!
lain-lainnya ??? pasti sudah thau dech!
Ya tracking rata-rata memakan waktu yang lama yach ? apalagi jika kita melayani band yang rada kreatif (banyak ngulang…. dan kurang latihan) harus sabar-sabar kita dibuatnya…
TAPI…. dengan adanya fasilitas ini berimbas pada pendapatan studio rental. ya kan ????

Akustik Ruang

PENDAHULUAN
Makalah ini saya buat guna memenuhi permintaan saudara Slamet Adijuwono yang menjabat sebagai ketua IHEAC periode tahun 2009 – 2010 untuk mengisi kegiatan bulanan IHEAC dengan mengadakan seminar singkat mengenai akustik pada ruang high end audio pada tanggal 30 May 2009. Awal mulanya saya sedikit bingung dan cemas memikirkan materi yang sebaiknya saya siapkan untuk seminar tersebut. Saya berpikir dan terus berpikir untuk mendapatkan bahan yang isinya sederhana tapi dapat bermanfaat untuk anggota IHEAC tetapi pikiran saya masih buntu. Untungnya saya mendapat undangan dari Freeport untuk meninjau akustik bangunan mesjid mereka yang berlokasi di Kuala Kencana – Timika. Jadi selama perjalanan yang memakan waktu sekitar enam jam saya dapat merumuskan beberapa pokok bahasan akustik yang saya harapkan cocok untuk saya bawakan saat ini.
Dalam kegiatan saya sehari – hari sebagai konsultan dan installer akustik di lapangan sering kali saya menemui persepsi orang umum yang beranggapan bahwa akustik adalah hanyalah sebatas memasang bahan peredam rockwool pada seluruh dinding dan dilapisi karpet, atau untuk orang yang lebih informatif mengatakan bahwa untuk ruangan audio di perlukan beberapa panel diffuser, dan seterusnya. Pertanyaannya adalah apakah anggapan tersebut salah atau apakah anggapan tersebut benar. Untuk sementara mari kita membiarkan pertanyaan ini tidak terjawab karena sebenarnya ada pertanyaan mendasar yang penting untuk kita jawab.
APA TUJUAN AKUSTIK
Sebenarnya pertanyaan awal yang kita perlu jawab adalah apa tujuan kita merancang sebuah ruang akustik untuk high end audio yang kita miliki. Untuk menjawab pertanyaan tersebut secara tepat kita perlu menyamakan persepsi kita. Yang saya maksudkan dengan merancang ruang akustik adalah dimana seseorang dengan sadar mulai mengatur – mengatur letak speakernya walaupun perangkat audio orang tersebut berada di ruang keluarga yang tidak di pasangkan sedikitpun produk akustik. Dan jika kita bertanya kepada orang tersebut mengapa anda mengatur letak speaker anda, maka kita dihadapkan pada ratusan kemungkinan jawaban yang beragam – ragam. Jawaban yang paling sederhana yang sering kita dengar adalah supaya suara musik dapat terdengar lebih enak.
Sebagai anggota IHEAC yang umumnya berpikir sangat kritis kita pasti kembali bertanya seperti apa suara musik yang terdengar lebih enak. Banyak kriteria tentang suara yang enak yang beredar di masyarakat umum. Akan tetapi apabila kriteria suara yang enak tidak kita perjelas maka sangat sulit untuk kita menjawab pertanyaan tersebut diatas. Apa tujuan akustik pada ruang high end audio?
Ada beberapa kemungkinan jawaban yang sering dikemukan orang mengenai pertanyaan apa tujuan anda memasang akustik di ruangan audio. Misalnya: untuk mendengar suara musik yang enak ruangan tidak boleh ada gemanya, atau supaya ruangan audio saya tidak mati perlu dipasang diffuser pada seluruh dinding dan tidak boleh ada material serap sama sekali. Kita kembali dihadapkan pada persepsi – persepsi yang saling bertentangan satu dengan lainnya yang tidak disertai dengan prinsip dasar yang benar.
PERSEPSI TENTANG SUARA YANG BENAR
Untuk menghindari perseteruan persepsi yang terjadi seperti contoh diatas ada baiknya kita menetapkan terlebih dahulu mengenai persepsi suara musik yang benar. Untuk itu saya tidak berani gegabah menentukan kriteria persepsi suara yang benar. Berhubung kita semua adalah orang high end audio maka kriteria suara musik yang benar yang kita mengacu kepada buku Introduction to High End Audio karangan Robert Harley. Di buku tersebut disebutkan beberapa kriteria tentang suara musik yang benar mulai dari: 1) Tonal Balance , 2) Stereo Image, 3) Dinamika Suara.
Jadi menurut anda apakah jawaban yang tepat untuk pertanyaan: Apa tujuan akustik pada ruang high end audio? Jawaban yang tepat adalah untuk menghasilkan suara musik yang memiliki tonal balance, sound stage dan dinamika musik yang baik.
Sebenarnya terdapat beberapa kriteria lain mengenai reproduksi suara yang benar dalam buku tersebut tetapi untuk membatasi cakupan bahasan pada seminar ini saya hanya mengambil tiga kriteria yang menurut saya penting untuk di bahas.
APA MASALAH AKUSTIK DI RUANG AUDIO
Umumnya rantai reproduksi musik untuk seorang audiophile adalah perangkat sumber suara, kabel, amplifier, kabel dan speaker. Suara reproduksi musik dari speaker kita sampai ke telinga kita melalui media ruang audio. Jadi komponen terakhir dari mata rantai reproduksi sinyal musik kita adalah ruang audio yang kita miliki.
Masalahnya setiap ruang audio memiliki warna tonal yang disebabkan oleh room modes (resonansi) dan reverberation (gaung) yang memberikan warna tambahan terhadap hasil reproduksi musik yang kita dengar. Masalah kedua adalah pantulan – pantulan awal yang terjadi di dinding memberikan sensasi arah suara tambahan pada sinyal keluaran speaker kita yang merusak stereo image. Dan masalah ketiga adalah noise room yang mengurangi rentang dinamika musik yang kita dengar hal ini memberikan sensasi musik yang terkompresi dan kita semakin jauh dari dinamika asli.
ACUAN DESAIN
Apabila kita lebih sering menikmati musik yang direkam pada sebuah studio maka acuan desain ruang audio kita sebaiknya menggunakan parameter – parameter akustik studio rekaman. Seperti yang kita dapat lihat pada foto di bawah ini adalah desain akustik ruang pada studio rekaman.

Dan apabila musik yang kita sering dengar adalah musik klasik yang di rekam secara live berikut dengan nuansa alami akustik di ruangan tersebut maka acuan desain ruang audio kita boleh mengacu ke pada parameter – parameter sebuah concert hall mini. Contoh gambar di bawah ini adalah concert hall milik Disney yang berlokasi di Los Angeles.
Secara statistik musik yang beredar di pasaran lebih dari 90% adalah suara yang di rekam di studio musik. Dan seluruh musik yang beredar di pasaran adalah hasil edit studio rekaman.


KESIMPULAN
Kesimpulan dari makalah ini adalah setiap aktifitas dan usaha yang kita lakukan pada ruangan kita untuk mendapatkan tonal balance, sound stage dan dinamika musik yang baik maka kita sudah berada pada jalur yang benar.
Akan tetapi apa bila aktifitas dan usaha yang kita lakukan pada ruangan audio memberikan hasil yang berlawanan maka kita melakukan usaha dan aktifitas yang kurang tepat.

Tips-tips memilih Alat Musik & Sound System

Guys, sebelum loe maenin alat musik satu ini, ngga ada salahnya donk loe tau sedikit tentang sejarah alat musik yang loe mainin ini…
Jika dilihat dari penampilan fisiknya, Keyboard berbeda dengan Grand Piano. Keyboard terlihat lebih kecil dan lebih ringan, sehingga sangat mudah untuk dipindahkan atau dibawa. Suara yang dihasilkanpun agak berbeda dibandingkan dengan grand piano.
Alat musik Keyboard mendapatkan suaranya dari manipulasi kunci-kunci. Ada yang ditekan (menggunakan jari tangan), dan ada juga yang dipijak (menggunakan kaki). Susunan Keyboard arahnya mengikuti logika, dari kiri nada-nada rendah, ke kanan nada-nada tinggi. Susunan kiri-kanan bass ke treble juga berlaku demikian.

Sejarah
Instrumen Keyboard sudah ada sejak zaman kuno. Tidak jelas awalnya yang tepat. Dalam tangga nada barat disebut diatonis, dan terbagi dalam 12 nada. Ada nada penuh dan ada nada semi-tone. Pada instrumen Keyboard, kedua kelompok nada ini biasa dibedakan dengan kunci berwarna terang dan gelap.
Susunan deret kunci yang kromatik (mencakup 12 nada) muncul di Eropa pada abad ke-14. Pada awal kemunculannya, bilah-bilah (tutsnya) masih dalam ukuran sangat lebar. Satu bilah bisa beberapa sentimeter lebarnya, hingga tidak banyak nada harmoni yang bisa dihasilkan. Baru pada abad ke-16, muncul pembakuan tuts. Ini berarti nada diatonik bisa dicakup dalam lebar satu tangan, hingga musik harmonik pun bisa dihasilkan. Pada perkembangan baru ini, kunci putih dan hitam juga sudah diciptakan.
Keyboard elektronik baru muncul pada abad ke-20. Pertama kali dipasarkan oleh Laurens Hammond di Amerika Serikat pada tahun 1935. Sejak saat itu mulai berkembang instrumen yang sekarang ini menjadi rajanya alat musik. Suara orkes simponi pun dengan puluhan instrumen bisa dihasilkan oleh satu buah Keyboard saja.
Era Synthesizer
Munculnya transistor silikon dengan harga yang murah dan kualitas atas memudahkan upaya para insinyur untuk mengembangkan instrumen musik penghasil suara. Alat yang ringkas dan dapat menghasilkan suara konvensional seperti suara akustik sebagaimana yang dihasilkan dawai, gendang, atau alat tiup, maupun suara yang tidak lazim seperti suara atonal semacam derit antar logam.
Pada tahun 1962 seorang insinyur Italia Paolo Ketoff mengeluarkan instrumen yang disebut Synket. Alat ini menghasilkan musik eksperimental yang bagi pendengar awam tidak musikal. Dua tahun kemudian di Amerika muncul alat musik yang diciptakan Donald Buchla dan satunya oleh Robert Moog. Alat Donald Buchla tidak menggunakan kibor sebagai perangkat memainkannya melainkan dengan permukaan yang sensitif terhadap sentuhan. Robert Moog membuat alat yang menggunakan kibor sebagai perangkat pengolahnya. Di sisinya pun dipasang alat pengontrol yang konvensional seperti tombol putar untuk mengeraskan dan memelainkan suara, maupun untuk mengatur tinggi rendahnya nada yang dihasilkan.
Ciptaan Robert Moog ini lebih memudahkan penggunaannya untuk mengalunkan musik tradisional dalam tatanan suara baru. Karya-karya Johan Sebastian Bach bisa dimainkan dengan Mini Moog, begitu alatnya disebut. Ketika itu alat ini belum bisa memainkan nada harmonik. Hanya satu-satu nada bisa dimainkan, hingga instrumen ini populer sebagai pembawa melodi pada musik pop. Musik rock termasuk yang pertama mengadopsi alat ini dalam genre progresive rock pada band seperti Yes, Genesis, Emerson Lake and Palmer.
Era Digital
Baru pada tahun 1980 synthesizer dapat mengeluarkan suara harmonik. Peralatan pertama yang terkenal adalah Yamaha DX-7 yang keluar 1983. Peralatan ini menggunakan pengembangan synthesizer dari zaman Robert Moog dengan Frequenty Modulation Synthesis yang dirancang oleh John Chowning dari Stanford University di Palo Alto, California. FM menghasilkan variasi timbre dengan cara mengubah frekuensi suatu gelombang dengan amplitudo gelombang lain yang proposional. Yamaha DX-7 memiliki kibor lima oktaf. Lebih dari 100.000 perangkat ini dijual Yamaha.
Kemudian pada tahun berikutnya Casio mengeluarkan CZ-101 yang menggunakan baterai untuk tenaganya. Memiliki empat suara dan mengikuti kemampuan synthesizer analog. Harga jual CZ-101 ini hanya seperempat dari harga Yamaha DX-7 hingga popularitas kibor elektronik menjadi sangat meningkat.
Suara-suara bisa direkam. Hasil rekaman ini berupa gelombang nada yang diterjemahkan sebagai data digital. Data digital ini bisa diolah dan dibunyikan ulang dengan kontrol musikal. Ini yang disebut sampling instrument. Sampling ini telah menjadi bagian yang umum dalam instrumen kibor elektronik.
Sampling pertama dikeluarkan pada tahun 1970 oleh Fairlight Computer Musical Instrumen (CMI) di Sydney, Australia. Fairlight CMI adalah perangkat komputer umum dengan tambahan perangkat yang dapat merekam dan mengubahnya jadi data digital (digitize), kemudian menyimpan dan memainkan ulang pada instrumen kibor.
Kemampuan simpan dan memainkan ulang ini dikembangkan oleh Raymond Kurzweil pada tahun 1984 melalui perangkat yang disebut Kurzweil 250. Pada kibornya itu terdapat kode-kode digital dari suara grand piano, alat musik gesek (string), dan banyak lagi timbre alat musik orkestra. Alat ini selain ditujukan untuk penggunaan pertunjukan juga ditujukan untuk membuat komposisi. Kibor yang berkembang dengan kemampuan synthesizer polifoni dan sampling disebut workstation musikal.
Pada tahun 1983 beberapa manufaktur instrumen musik bersepakat untuk tata cara menggabungkan berbagai peralatan musik agar bisa bekerja dalam suatu perangkat komputer. Hasilnya adalah Musical Instrument Digital Interface atau MIDI.
MIDI menjadi cara untuk memerintahkan nada apa yang dimainkan dalam timbre apa, nuansa apa, dan seterusnya. Dengan perangkat komputer dan program yang sesuai maka dapat dilakukan seperti apa yang bisa dikerjakan pada workstation musikal yang canggih. Sekarang ini dunia pertunjukan musik selalu menyertakan instrumen ringkas kibor elektronik seperti ini.
Dan di Era Digital ini, dibanyak tempat pertunjukan sekarang ini, sangat tidak aneh melihat seorang pemain Keyboard solo yang memainkan musik lengkap seperti sebuah band sedang bermain. Ada suara melodi gitar, pengiring piano, suara gitar bas dan derap drum. Inilah Keyboard yang dinamakan multifungsi.
Alat musik Keyboard yang didukung kelengkapan teknologi suara digital memang semakin dicari orang. Apalagi, instrumen dengan sederetan tuts itu kini bisa ditugaskan berlipat ganda. Keyboard dapat mewakili berbagai suara alat musik yang lain. Bakat bermusik bisa lebih ditunjang oleh perangkat yang multifungsi, yakni keyboard. Maka jangan heran bila yang berbelanja instrumen musik serbaguna tidak hanya dilakukan oleh para pekerja musik. Ini dikarenakan hampir setiap orang ingin menghasilkan musik yang indah atau enak didengar. [berbagai sumber]
Posted by Kyvlan Bimo Putra 2 at 11:01 PM 0 comments
Monday, May 25, 2009
Tips Memilih Studio Musik

Polyester Embassy adalah sebuah band experimental rock dari Bandung yang telah meluncurkan debut albumnya “Tragicomedy” di bawah naungan Ffwd Records. Genre musiknya yang terbilang tidak lazim di sini membuat mereka punya cara-cara dan kriteria khusus dalam memilih studio musik, baik untuk latihan musik maupun rekaman. Elang, si vokalis / gitaris membeberkan semuanya untuk kalian.
Memilih studio latihan:
1. Carilah studio sewaan dengan lokasi yang strategis dan mudah diakses oleh semua personil. Lokasi yang jauh bisa membuat sebagian personil merasa malas.
2.Perhatikan spesifikasi alat musik. Bila kalian belum terlalu mengenal seluk beluk peralatan musik, bertanyalah pada yang tahu, dan pastikan studio pilihan kalian memiliki peralatan standar. Poin ini berhubungan juga dengan kebutuhan dan kemampuan kalian. Kalo gue sendiri di PE ngebutuhin Ampli Marshall atau Roland Jazz Chorus, supaya suara yang keluar maksimal dan sesuai dengan format lagu kita.
3.Pilihlah studio musik / studio rekaman dengan harga yang terjangkau,karena studio mahal akan membuat personil (lagi-lagi) merasa malas.
4. Untuk bisa dapetin studio dengan harga terjangkau dan spesifikasi alat yang oke, kalian harus mau “ngulik” dan nyari dengan niat penuh!
5. Bila telah menetapkan pilihan, usahakan band musik, kalian menjadi langganan studio tersebut. Bila kalian telah dikenal, maka operator studio bisa mengatur set yang sesuai dengan musik kalian, atau bahkan membiarkan kalian mengatur set sendiri.
6. Kadang studio bagus tidak cukup memberi “trigger” untuk bisa membuat materi lagu. Carilah tempat dengan suasana yang membuat kalian nyaman dan produktif.
7. Jangan lupakan detil. PE memerlukan listrik dalam jumlah besar, hal ini menyebabkan dulu studio yang kita sewa sering mati listrik karena kesedot semua sama kita.
Memilih studio rekaman:
1. Pilihlah studio bersama sound engineer atau produser, karena mereka sudah lebih mengerti studio mana yang cocok untuk kalian dan untuk ngasih masukan supaya hasilnya bisa maksimal. Kadang satu studio cuma cocok untuk take vokal aja atau take gitar aja, dan mereka lebih ngerti itu.
2. Kalo belum ada produser atau engineer, kalian mesti coba-coba dulu. Seperti poin 4 “memilih studio latihan“, disini duit mungkin akan keluar lumayan banyak, tapi seenggaknya kalian punya pengetahuan lebih soal studio.
3. Kredibilitas studio juga penting. Cari tahu band apa saja yang pernah rekaman di situ, dan bandingkan hasilnya dengan jenis musik kalian.
4. Perhatikan spesifikasi alat, sound system dan mungkin software yang tersedia.
5. Bila poin kesatu kalian skip, maka sekaranglah waktunya untuk mencari engineer. Biasanya tiap studio punya operator/engineer sendiri, maka sering-seringlah ngobrol dan banyak bertanya pada sang operator.
6. Masalah budget, biasanya studio mahal punya alat yang -setidaknya- standar, dan operator yang cukup qualified. Tapi bukan berarti melupakan studio murah. Gue sendiri lebih milih studio yang murah karena biasanya dapet sesuatu yang baru. Keterbatasan yang ada bisa bikin kita lebih belajar
Posted by Kyvlan Bimo Putra 2 at 8:54 PM 0 comments
Tips Memilih Sound System

Tips perlu Anda perhatikan dalam memilih sound sistem:
1. Pilihlah besar daya yang sesuai dengan kebutuhan anda. Untuk penggunaan pribadi seperti sound musik latihan dll, cukuplah memilih amplifier dengan daya 15-20 watts. Pada kebanyakan amplifier berdaya kecil seperti ini telah tersedia fasilitas jack Head Phone (misal: Amplifier Guitar Laser 20) yang sangat berguna terutama bagi kawula muda yang punya kebiasaan bermain musik hingga tengah malam. Dengan memanfaatkan saluran untuk Head Phone ini, maka dijamin seisi rumah yang lain ataupun tetangga tidak akan terganggu “atraksi” alat musik kita.
Untuk penggunaan acara pesta, Anda akan memerlukan daya yang lebih tinggi lagi yaitu sedikitnya 125 watts atau lebih, karena amplifier ini akan dapat sekaligus kita gunakan sebagai monitor dari instrument musik yang sedang kita mainkan. Acara pesta pernikahan memang membutuhkan sound sistem yang lebih besar.
2. Pilihlah amplifier yang berkualitas baik. Bila kita membutuhkan amplifier untuk keyboard, maka sangat disarankan untuk memilih amplifier yang tidak merubah warna suara asli yang dihasilkan oleh keyboard tsb (flat). Ada banyak amplifier yang menghasilkan suara yang berbeda dari suara aslinya, bila hal ini terjadi maka akan terjadi suara-suara yang lain yang akan mengurangi karakter asli dari bunyi yang sebenarnya dihasilkan keyboard dikarenakan terjadinya penambahan atau pengurangan terhadap frekuensi tertentu. Biasanya hal ini terjadi pada frekuensi yang sangat rendah (low bass) atau frekuensi yang sangat tinggi (high treble). Jadi kita harus jeli memilih sound system yang sesuai.
3. Model dan penampilan amplifier dapat menjadi pertimbangan terakhir. Model yang diinginkan akan bergantung pada selera masing-masing. Misalnya model sewa sound system yang bagus menurut seseorang, belum tentu bagus juga menurut orang yang lainnya.
Pada kebanyakan musisi profesional model akan menjadi pilihan yang terakhir atau tidak terlalu dipentingkan. Mereka akan lebih mementingkan kualitas dan fasilitas dari amplifier. Alat musik mereka tetap bagus didengar.
4. Ada baiknya anda bertanya kepada jasa sewa sound sistem, karena mereka merupakan orang yang berpengalaman, sehingga anda tidak akan kecewa.
Semoga bermanfaat.

www.rch-sound.com
Posted by Kyvlan Bimo Putra 2 at 8:42 PM 0 comments
Cara Perawatan Gitar

Banyak orang yang mengabaikan perawatan terhadap alat musik. Misalnya gitar. Kita menganggap lumrah bila motor, mobil, komputer dan benda-benda lainnya kita rawat. Tetapi, bagaimana dengan gitar? Seringkali kita mengabaikannya. Berikut ada beberapa tips seputar perawatan gitar yang perlu diperhatikan oleh pemiliknya.
1. Memiliki case
Sama seperti manusia yang memiliki rumah, demikian pula gitar memerlukan case (tas). Ini bertujuan agar terlindung dari kekotoran yang ada di luar atau benturan-benturan. Memang beberapa gitar yang murah dan sering dimainkan tidak perlu diberi case, namun bila Anda seorang gitaris yang suka mengadakan konser, atau bepergian membawa gitar Anda, milikilah case.
Case gitar ada dua, yang hard atai soft, bagai cover sebuah buku. Hard-case biasanya terbuat dari bahan kayu atau plastik yang cukup kuat dan tebal; sangat aman untuk melindungi gitar. Ini pas dimiliki oleh gitaris yang sering mengadakan tur dan bepergian.
Soft-case biasanya terbuat dari kulit atau kain yang tebal. Soft-case lebih ringan dan mudah untuk dibawa ke mana-mana. Cocok dipakai bila kita tidak terlalu sering bepergian dan bagi yang sering ke studio untuk berlatih. Bila gitar Anda tidak dimainkan, sebaiknya Anda selalu menyimpannya di dalam case.
2. Senar yang Bersih
Paling tidak seminggu sekali, bersihkanlah senar Anda. Para peneliti beranggapan bahwa saat bermain gitar, tanpa disadari manusia mengeluarkan keringat cukup banyak dari tangannya. Ini karena kerja otak dan gerak tangan yang cukup menguras energi. Hal ini jarang disadari oleh para gitaris.
Lihatlah gitar Anda, apakah banyak daki di setiap permukaan yang dibatasi tiap fret-nya (fretboard)? Itu disebabkan karena setelah bermain, senar gitar Anda terkena keringat Anda; juga kotoran, debu dan lain lain. Apabila Anda tidak rajin membersihkan senar, maka juga akan timbul karat di senar Anda. Dan senar yang berkarat akan merusak fret gitar Anda sehingga di kemudian hari Anda mendapati beberapa nada yang Anda petik di gitar anda suaranya cempreng, karena senarnya menyentuh fret-fret yang terkikis.
Senar gitar bisa dibersihkan dengan cara dilap dengan bahan kaos yang lembut. Bila perlu dibasahi dengan cairan string cleaner (pembersih senar) yang tersedia di toko-toko musik. Bersihkanlah senar gitar Anda di seluruh bagian senar.
3. Kendorkan Senar
Selain membersihkan senar, Anda juga perlu mengendorkan senar gitar Anda bila tidak dipakai lama (karena Anda bepergian selama sekian lama ke luar kota, misalnya). Ini bertujuan agar neck gitar Anda tak melengkung. Senar gitar yang disetel adalah tali yang ditegangkan; dan penegangan ini akan menarik dua sisi yang menegangkan. Pada gitar, tarikan akibat ketegangan lini bisa membengkokkan neck, walau kemungkinannya kecil.
4. Letakkan yang Benar
Meletakkan gitar yang benar adalah terlentang, dengan bagian neck bersenar menghadap ke atas. Biasanya, setelah memainkan gitar orang akan meletakkan gitar pada posisi ujung neck bagian atas ditempelkan di dinding. Sedangkan body gitar di bagian bawah menempel di permukaan lantai. Jadi, gitar diletakkan dalam posisi miring.
Hal ini sangat tidak baik untuk gitar karena akan membuat neck bengkok perlahan-lahan. Bila Anda memiliki studio atau panggung pertunjukan yang berisikan alat-alat musik, ingatkan kepada segenap pemain agar meletakkan gitar dengan benar.
Cara lain, bila memiliki biaya, belilah stand untuk gitar Anda. Ini akan menyangga neck gitar Anda dengan aman.
5. Buatlah Kinclong
Kinclong artinya mengkilap, sehingga orang yang melihatnya berkata, “Pretty good!” atau, “Cool!” Bagaimana caranya? Lap gitar Anda dengan bahan kaos, baik body, neck, senar dan seluruh bagian gitar. Untuk bagian pick-up di bawah senar yang agak susah dibersihkan debunya, bisa menggunakan kuas cat.
6. Ganti Senar Anda
Jika senar Anda sudah berkarat, gantilah. Jika tidak, bukan hanya tidak enak dimainkan, tapi warna suaranya juga menjadi tidak karuan, dan merusak fret gitar. Selain itu, jari-jari kita juga bisa sakit. Belum lagi kalau senar itu putus dan kemudian melukai tangan kita. Wah, dokter bilang kalau benda berkarat bisa menginfeksikan penyakit Tetanus lho. Bahaya ‘kan? Masih mending tangan yang kena… kalau mata? Bisa-bisa jadi Asep Irama!
Biasakan untuk mengganti senar gitar Anda satu set sekaligus, 6 buah. Hal ini untuk mencegah belangnya warna suara antara senar baru dan senar lama. Jadi bila senar Anda sudah lama dan putus salah satunya, disarankan untuk mengganti semuanya.
7. Bersihkan Fretboard
Fretboard adalah tempat bersarangnya daki akibat keringat dari jari dan kotoran. Jika dibiarkan terlalu lama, bisa manjadi kerak. Setiap Anda mengganti senar, sekalian bersihkan fretboard-nya.
Ingat, bila Anda membersihkan fretboard, gunakanlah benda yang tumpul, jangan runcing. Gunakanlah, misalnya pick gitar, jangan pisau. Sebab bila menggunakan barang tajam dikuaturkan akan mengikis fretboard-nya pula. Lalu setelah bersih, dilap lagi dengan bahan kaos.
8. Jangan Dibanting
Yngwie Malmsteen, gitaris metal beraliran neo-klasik rock yang terkenal itu, adalah salah satu gitaris yang suka membanting atau membakar gitarnya saat konser. Jangan ditiru, ya. Tekniknya boleh, tapi kalau banting-bantingnya, nanti dulu.
Bukan hanya pada saat konser, tapi saat kita tak bisa-bisa memainkan melodi sebuah lagu atau menuntaskan sebuah teknik dari Paul Gilbert, misalnya, sehingga menjadi kesal, keep cool. Ingat, gitar bukan barang murah (kecuali gitar-gitaran).
Demikianlah beberapa tips seputar merawat gitar. Yang terakhir, bila gitar Anda rusak, cari informasi di toko-toko musik orang yang menyediakan jasa service gitar. (Sumber: Gitaris.com)
Friday, May 8, 2009
Tips Memilih dan Membeli Gitar

Buat loe yang kepengen membeli gitar, Ada beberapa hal selain budget tentunya, yang perlu loe perhatikan dan pertimbangkan pada saat memilih alat musik satu ini, Berikut beberapa tips yang perlu perhatikan sebelum membeli gitar:
A. Gitar elektrik/listrik:

- Warna : loe bisa pilih sesuai dengan selera loe, yang jelas catnya harus bagus, tidak mudah mengelupas atau terkena gores.
- Bentuk : ada banyak pilihan, tinggal pilih yang sesuai selera loe juga seperti : standar, sirip, atau bentuk lainnya.
- Fret : jumlah fret disesuaikan saja, bisa 21,24 atau ditambah lagi seperti punya brian may, he..he… Tinggal nada tertinggi yang ingin dijangkau saja. Cobalah nada tiap fret dengan memetik gitar, jangan sampai keliru, biasanya ada gitar yang jelek, sehingga ada 2 fret menghasilkan satu nada, atau nadanya sumbang (fals).
- Senar : untuk gitar elektrik senarnya adalah steel string, bukan dari nylon, pilih yang kuat, tidak mudah putus, lentur kalo bisa jangan sampai bikin jari sakit, atau mudah lepas selubung senarnya ( biasanya pada senar E besar/senar no 6 dan senar A/senar no 5 ).
- Bahan : ada beberapa pilihan kayu yang cukup kuat seperti kayu mahoni, jati (teak), biasanya yang berat adalah yang baik, tapi kalo terlalu berat juga ga asyik pada saat loe menggunakannya diatas panggung.
- Neck : pilihlah gitar yang neck-nya kuat dan lurus agar tidak mudah patah atau bengkok. Biasanya didalam neck gitar ada plat logam untuk kekuatan necknya.
- Pickups : gunakan pickup yang suaranya keras, jernih, tidak mudah pecah ketika digeber dalam volume maksimal, pengaturan volume dan tone-nya bagus, tidak mudah noise (noise jika diinginkan saja) sehingga merusak nada.

- Pemutar senar dan head : untuk pemutar senar gunakan yang tahan karat. Head bisa menghadap ke atas atau kebawah dan juga bisa sama-sama ( 3 senar menghadap atas, 3 senar menghadap bawah, tinggal bentuknya ). Perhatikan posisi senarnya pada head : carilah posisi untuk senar E tinggi (senar no 1) apakah yang terjauh atau tidak diukur dari
bridgenya, carilah yang terdekat saja karena senar E tinggi mudah putus ( tapi biasanya headnya menghadap ke atas ).

- Saklar : pilih yang didepan saja, enak ngaturnya. Terkadang ada pentolan saklar yang gampang lepas, cari yang kuat. Perpindahan suara, hidup mati (on-off) yang diatur lewat saklarnya juga harus jelas.

- Jack : untuk jack kabel ke ampli lebih asyik kalo di pinggir saja daripada didepan, karena kalo didepan menghalangi tangan untuk bebas bergerak mengatur handle bridge.
B. Gitar akustik
- Warna : ini juga tinggal pilih aja sesuai selera loe, yang jelas catnya harus bagus, tidak mudah mengelupas atau terkena gores.
- Bentuk : juga cocokkan dengan seleramu.

- Fret : biasanya 18 untuk yang nylon, atau bisa lebih untuk yang steel guitar. Cobalah nada tiap fret dengan memetik gitar, jangan sampai keliru, biasanya ada gitar yang jelek, sehingga ada 2 fret menghasilkan satu nada, atau nadanya sumbang (fals).

- Senar : bisa nylon atau steel. pilih yang lentur, untuk nylon biasanya lebih awet daripada yang steel, lentur.

- Bahan : pilih yang kuat, kalo gitar akustik biasanya terbuat dari kayu lapis untuk body pilih yang tebal, dan daya akustiknya bagus, sehingga suara/nada yang dihasilkan bisa maksimal jernih.

- Neck : hampir sama dengan gitar elektrik, pilih gitar yang neck-nya kuat dan lurus agar tidak mudah patah atau bengkok. Kalo yang bagus untuk gitar akustik beberapa pabrik biasanya menambahkan plat logam, tapi ini sangat jarang.
- Pickups : bersifat opsional untuk gitar akustik, boleh ditambahkan, kalo mau ditambahkan, carilah seperti untuk yang guitar elektrik.

- Pemutar senar dan head (headstock) : untuk pemutar senar gunakan yang tahan karat. Head bisa menghadap ke atas atau kebawah dan juga bisa sama-sama ( 3 senar menghadap atas, 3 senar menghadap bawah, tinggal bentuknya ).
Selain beberapa tips diatas, mungkin untuk lebih jelasnya lagi, loe juga bisa minta pendapat lagi ke para ahli gitar atau mengunjungilah galeri-galeri/pameran alat musik ini tentunya karena mereka jauh lebih berpengalaman. Hal ini sudah pasti sangat berguna buat loe, supaya tidak tertipu atupun salah dalam beli alat musik ini.
Posted by Kyvlan Bimo Putra 2 at 5:46 AM 0 comments
Sunday, May 3, 2009
Tips Memilih dan Membeli Efek Gitar


Pada dasarnya efek gitar dibagi menjadi dua macam:
1. analog/stomp box: efek manual yang biasanya terdiri dari beberapa efek dirangkai secara paralel. Terdiri dari overdrive, chorus, metal zone, flanger, wah pedal, equalizer, acoustic simulator, super octave+custom pedal lainnya.
2. digital/multieffect: efek yang sudah built in menjadi satu tone bank-nya. jadi efek-efeknya tinggal milih saja. Tidak usah merangkai satu-satu lagi.
Untuk efek gitar, hal-hal yang musti diperhatikan adalah:
1. harga: bandingkan dulu harganya, biasanya lebih mahal dari digital
2. kualitas suara: sangat penting, karena factor yang menentukan sekali dalam membentuk nada
3. jumlah tone (tone bank): semakin lebih banyak, semakin variatif
4. kapasitas catu daya: baterai/adaptor: hemat daya atau tidak, ketika sering dipakai bepergian
5. mobilitas: cari yang ringan, mudah dibawa kemana-mana
6. konektivitas: konektivitas dengan peralatan lain, komputer misalnya
Berikut ini adalah tabel perbandingan antara efek analog dengan digital
Acuan Analog/stompbox Digital/multi effect
Harga Lebih mahal, karena mau tidak mau, harus membeli lebih dari satu efek untuk menghasilkan suara lebih dari satu, padahal harga tiap efeknya sudah mahal Lebih murah, karena untuk mendapatkan banyak suara, kita hanya perlu membeli satu efek saja
Kualitas suara Lebih baik, karena kita bisa mengatur kekuatan efeknya secara manual Kualitas suara standar
Jumlah tone Lebih sedikit Lebih banyak
Catudaya Boros baterai, karena tiap-tiap efek yang dirangkai perlu catu daya sendiri. Jika memakai adaptor harus disesuaikan lagi kapasitas adaptornya, sesuai dengan jumlah efek yang dirangkai Jumlah baterai tidak banyak(paling cuman dua). Jika perlu adaptor, hanya perlu satu saja
Mobilitas Tidak enak dibawa kemana-mana, lebih berat, kecuali hanya membeli satu efek saja(tidak dirangkai)  Mudah dibawa kemana-mana
Konektivitas Lebih susah, hanya bisa diparalel dengan efek lain, dan juga cuman nyambung dengan gitar atau ampli Mudah dihubungkan dengan peralatan lain. Komputer apalagi, beberapa merk menyediakan koneksi dengan usb, suara bisa ditransfer ke computer dengan bentuk file suara seperti file midi, mp3 dan sejenisnya
Dari table diatas terbaca jika efek digital lebih disarankan. Dan pada kenyataannya saya lebih memilih efek digital daripada analog. Sebagai cerita tambahan, saya membeli efek gitar(fotonya ada di atas kanan itu) ternyata lebih hemat sampai Rp. 400.000 :) Ini benar-benar saya alami sendiri, padahal baru lho… he he he
Saturday, May 2, 2009
Biografi Avenged Sevenfold



Avenged Sevenfold atau seringkali disingkat sebagai A7X adalah band beraliran heavy metal yang berasal dari Huntington Beach, California.
Terbentuknya Avenged Sevenfold
Avenged Sevenfold terbentuk pada tahun 1999 di Orange County, California. Album pertama mereka, Sounding the Seventh Trumpet direkam ketika mereka masih berumur 18 tahun. Album ini dirilis dengan label Good Life Recordings, tetapi setelah gitaris Synyster Gates masuk Avenged Sevenfold, album ini dirilis ulang dengan label Hopeless Records. Lagu "To End The Rapture" juga direkam ulang, kali ini ditambahkan dengan permainan gitar Synyster Gates.
City of Evil (2005-2007)
Tahun 2005, Amerika Serikat tengah jenuh dengan musik hip-hop dan pop yang merajalela, lalu Avenged Sevenfold merilis album mereka City of Evil tepatnya pada tanggal 8 Juni, 2005. Hits single Bat Country merupakan lagu metal/rock pertama yang merajai MTV TRL. Mereka mempopulerkan kembali solo gitar dengan duet gitaris Synyster Gates dan Zacky Vengeance yang benar-benar memanaskan area moshpit. Album tersebut mendapat sertifikat gold dan memenangkan predikat Best New Artist in a Video di MTV VMA 2006 untuk lagu Bat Country.
Avenged Sevenfold (2007-2008)
Tahun 2007, mereka kembali masuk studio untuk merekam lagu terbaru mereka untuk studio album ke-5 mereka. Awal Agustus 2007, mereka menjalani tur Asia Pasifik mereka, dan sempat mampir di Indonesia dan memainkan lagu mereka pertama kali di depan publik. Lagu yang berjudul Almost Easy tersebut mendapat sambutan hangat dari penggemar di seluruh dunia. Ketika itu band punk Jogjakarta Endang Soekamti didaulat menjadi band pembuka.
Tahun 2008 ini, mereka berpartisipasi sebagai headliners di tour Taste of Chaos bersama dengan Bullet for My Valentine, Atreyu, Blessthefall dan Idiot Pilot. Ketika tour, mereka merekam sebuah DVD yang mengandung 6 lagu baru mereka.
Tanggal 22 Oktober 2008, Avenged Sevenfold akan kembali manggung di Indonesia masih dengan event organizer yang sama yakni Java Musikindo dan kali ini band heavy metal Jibril didaulat menjadi band pembuka.
Live In The LBC & Diamonds in the Rough (2008-saat Ini)
Album yang dirilis pada 16 September, 2008 ini berisi 102 menit DVD dan 52 menit CD.
Di album ini terdapat dua lagu lama yaitu "Afterlife" dan "Almost Easy". Namun kedua lagu tersebut tidak sama persis dengan lagu aslinya. Pada lagu "Afterlife" ditambahi permainan biola yang lebih banyak, sedangkan lagu "Almost Easy" yang berbeda adalah mixing lagunya. Selain itu terdapat juga lagu "Walk" yang merupakan cover dari Pantera dan "Flash of the Blade" yang merupakan cover dari Iron Maiden.
Pada tanggal 16 Juli, majalah Kerrang! (edisi 1219) mengeluarkan sebuah CD gratis berjudul "Maiden Heaven: A Tribute to Iron Maiden" untuk menghormati album dari salah satu band heavy metal terbesar di dunia yaitu Iron Maiden. Matt Shadows berkomentar, "Maiden are by far the best live band in the world and their music is timeless," dan "This also gives us a chance to expose this great song to some of our younger fans who maybe aren't as familiar with Iron Maiden."
Diskografi
• Sounding the Seventh Trumpet (2001)
• Waking the Fallen (2003)
• City of Evil (2005)
• Avenged Sevenfold (2007)
• Live in the LBC & Diamonds in the Rough (2008)
Anggota saat ini
• M. Shadows - vokal
• Synyster Gates - gitar melodi, piano, vokal
• Zacky Vengeance - gitar ritmik, vokal
• Johnny Christ - bass, vokal
• The Rev - drum, perkusi, vokal, piano
Ciri khas
Mereka cenderung memainkan nuansa agresif pada vokal, gitar, dan drum (bass tetap statis). Dengan sentuhan yang dinamis, mau keras atau lambat, mereka tetap menggunakan harmonisasi yang luar biasa dan komposisi yang teratur. Sebut saja lagu-lagu yang sedikit melow, seperti Seize The Day dan Dear God, gitarnya tetap di drop Dm seperti halnya metal-metal kebanyakan. Kemudian, ciri khasnya selain komposisi dan drop, Syn memasukkan nuansa sweep picking (arpeggio) di hampir semua lagunya. Keindahan sweep picking yang dipadukan dengan kromatik, slide, dan teknik-teknik lainnya bisa kita dengar di lagu The Wicked End. Kemudian selain itu, tidak lupa juga sentuhan akustik yang membawa suasana seperti di Hawaii, bisa kita dengar di lagu Sidewinder. Tapi, satu lagi ciri khas yang tidak pernah lepas dari mereka, menduetkan gitar Syn dan Zacky, memakai double bass dengan tempo yang beberapa kali lipat beat-nya dari biasanya.
Mantan Anggota
• Dameon Ash — bass (2001 - 2002)
• Justin Sane — bass (2000-2001)
• Matt Wendt — bass (1999-2000)

Compressor,Limiter,Gate

Kompressor pada dasarnya terdiri atas beberapa bagian:

1. Attack
2. Release
3. Ratio
4. Threshold
5. Ouput
6. Attenuation


ATTACK
Berapa cepat waktu yang dibutuhkan untuk mengaktifkan kompressor. Satuan yang digunakan normalnya adalah ms, tetapi ada juga yang menggunakan second. Kalo kita mengeset attack = 0ms artinya tidak ada attack karena sinyal yang diterima langsung dikompress. Kompressor dengan attack time 0ms membuat sound terasa tumpul karena tidak ada attack sama sekali. Kalo pengen attack lebih banyak maka perlambat attack time.

RELEASE
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengkompress sebelum melepaskan efek kompressor untuk kemudian mengkompress kembali. Kalo release time terlalu singkat maka sinyal belum dikompress dengan baik, eh udah dilepas. Akhirnya ntar bunynya seperti pumping (dipompa). Kalo release time terlalu lambat, sinyal bakalan udah terkompress kembali padahal belum dilepas. Jadi kita harus hati2 dalam mengkombinasikan antara attack dan release time. Satuan yang digunakan adlah ms atau sec.

RATIO
Perbandingan sinyal yang masuk dan keluar. Ratio dimulai dari 1:1 sampai unlimited. 1:1 berarti setiap kali sinyal melewati threshold sebanyak 1dB maka outputnya juga 1dB. Kalo ratio 2:1 berarti setiap kal sinyal melewati threshold sebanyak 2dB maka outputnya cuma 1dB (karena 2:1 ratio). Semakin tinggi ratio perbandingan akan membuat fungsi kompressor berubah menjadi limiter. Saat ratio menyentuh angka 10:1 maka kompressor mulai berubah fungsi menjadi limiter. Makanya sering kita melihat plug ins atau outboard gear yang bertuliskan Compressor/Limiter. Jadi kalo kamu pengen menggunakan limiter tetapi tidak memiliki limiter maka boleh menggunakan kompressor sebagai limiter.

THRESHOLD
Level dimana kompressor mulai aktif. Level ini biasanya mulai dari 0dB sampai dengan unlimited. Kalo kita mengeset threshold pada posisi 0 artinya kompressor akan mulai bekerja saat sinyal menyentuh angka 0dB. Jadi kalo sinyal baru menyentuh dibawah angka 0 maka kompressor tidak akan bekerja. Level daripada threshold tergantung daripada selera Sound Engineer. Semakin rendah levelnya maka semakin cepat pula kompressor diaktifkan.

OUTPUT
Ini boleh dikatakan sebagai gain. Terkadang kita sudah menaikkan fader hingga maksimum tetapi sound terasa masih kurang kencang. Kita dapat menggunakan output daripada kompressor untuk menaikkan level volume biar lebih kencang.

ATTENUATION
Dinamakan juga Gain Reduction. Gain reduction berfungsi untuk melihat berapa dB sinyal yang telah terkompress setiap kali sinyal menyentuh threshold. Semakin tinggi dBnya berarti semakin banyak sinyal yang terkompress dan suara akan terasa semakin tergencet.

Bagaimana cara mengeset ATTACK - RELEASE - RATIO - THRESHOLD???
Tidak ada cara yang paten karena semua ini kembali ke telinga kita masing2. Tetapi tips yang bisa saya bagikan dari pengalaman dan belajar selama ini ada beberapa:

FAST TEMPO = Fast Attack - Fast Release.
MEDIUM TEMPO = Medium Attack - Medium Release.
SLOW TEMPO = Slow Attack - Slow Release.

Tips ini tidak selamanya berfungsi untuk semua lagu oleh karena itu kita harus selalu menggunakan telinga kita. Untuk ratio, boleh dimulai dari 2:1 dan dari sana coba didengar apakah it sounds good atau perlu ratio yang lebih tinggi.

Mana yang harus diset lebih dahulu, apa ratio, threshold, attack release??? Jawabannya IT'S UP TO YOU. Kalo kebiasaan saya, saya suka mulai dari attack, release, ratio, dan threshold. Kemudian didengar bunyinya dan pelan2 satu persatu mulai disesuaikan dengan style lagu dan target akhir yang ingin dicapai.

Saat recording tidak mungkin terjadi over kompress kecuali kalo kita mengirimkan sinyal dari preamp masuk ke kompressor terus dikirim ke DAW. Jadi sinyal kompressor bakalan diprint di DAW. Sinyal yang sudah terkompress ini tidak bisa diubah lagi so you gotta watch out what you are doing here. Mengenai drumnya, mungkin karena MIDI makanya suara drum terdengar rada aneh...sorry about that.

Biasanya di Audacity udah terdapat preset2. Ada baguanya menggunakan preset, terkadang cocok dan terkadang tidak. Apakah salah menggunakan preset? Not at all. Saya tahu famous World Class Sound Engineer yang selalu menggunakan preset and it sounds good. Jadi semuanya kembali ke taste dan tehnik masing2 orang.